Setelah sukses menggelar sharing session AI Prompting Essentials untuk tim IT Engineer, KLIK Group melihat antusiasme yang tinggi dari berbagai divisi saat acara tersebut digelar, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pemanfaatan AI tidak hanya dirasakan oleh tim teknis, tetapi juga oleh fungsi operasional sehari-hari.
Oleh karena itu, pada akhir Juni 2026 KLIK Group kembali menghadirkan sesi lanjutan bertajuk Digital Talk: The Art of Prompting - Level Up Your Daily Workflow yang ditujukan untuk tim non-engineer.
Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas kerja, menyelesaikan berbagai tantangan operasional, sekaligus membangun cara berpikir yang tepat dalam menggunakan teknologi AI.
Seberapa Besar Kebutuhan AI bagi Tim Non-Engineer?
Untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh tim non engineer, Tim AI KLIK Group terlebih dahulu survei internal guna memahami bagaimana AI telah digunakan oleh tim non-engineer serta tantangan yang masih mereka hadapi.
Hasil survei menunjukkan bahwa 74% responden telah mulai memanfaatkan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, hanya 52% yang menggunakannya secara rutin, sehingga masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan AI secara lebih optimal.
Mayoritas responden menggunakan AI untuk mendukung produktivitas kerja, seperti merangkum dokumen, menerjemahkan teks, menganalisis informasi, hingga membantu menyusun berbagai kebutuhan administrasi. Selain itu, AI juga dimanfaatkan untuk mencari ide baru melalui brainstorming maupun membantu proses analisis data sederhana.
Di sisi lain, survei juga mengungkapkan beberapa tantangan yang paling sering dihadapi peserta ketika menggunakan AI, di antaranya:
- Akurasi jawaban AI (13 responden)
- Kesulitan menyusun prompt yang efektif (8 responden)
Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan materi Digital Talk agar peserta tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang lebih relevan dan akurat.

Kegunaan AI Untuk Tim Non Engineer
Dalam sesi ini, Tim AI KLIK Group menjelaskan bahwa AI telah berkembang menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh hampir seluruh fungsi bisnis, termasuk tim non-engineer.
Beberapa contoh pemanfaatannya antara lain:
- General: AI mampu kita manfaatkan sebagai asisten kerja untuk membantu menyusun tulisan, merangkum dokumen, menerjemahkan bahasa, membuat notulen rapat, hingga memberikan ide kreatif dalam berbagai pekerjaan sehari-hari.
- Research: Dengan memberikan dokumen sebagai referensi, AI mampu membantu membaca isi dokumen, menemukan informasi penting, membuat ringkasan, hingga menganalisis data yang diberikan.
- Design: AI mampu membantu kita saat memerlukan elemen desain tanpa perlu keahlian desain visual.
Bagaimana Seharusnya Kita Memanfaatkan AI?
Pesan utama yang disampaikan dalam Digital Talk adalah mengubah cara pandang kita dalam menggunakan AI.
Alih-alih menganggap AI hanya sebagai sebuah alat, peserta diajak untuk menjadikannya sebagai partner diskusi dalam bekerja. AI akan memberikan hasil yang jauh lebih baik ketika memperoleh konteks, tujuan, dan instruksi yang jelas dari penggunanya.
Prinsip ini selaras dengan konsep dalam Machine Learning yang dikenal sebagai Garbage In, Garbage Out (GIGO). Artinya, kualitas hasil yang diberikan AI sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi maupun instruksi yang kita berikan.
Formula Prompting Untuk Tim Non Engineer
Salah satu kunci utama dalam memanfaatkan AI secara maksimal adalah kemampuan kita dalam menyusun prompt yang tepat. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai teknik prompt engineering untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal untuk berbagai kebutuhan.
Formula RISE
Framework RISE cocok digunakan untuk pekerjaan yang bersifat operasional maupun pengolahan informasi.
Komponen yang digunakan meliputi:
- Role — Tentukan peran untuk AI.
- Input — Berikan data, dokumen, atau referensi yang diperlukan.
- Steps — Jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan AI.
- Expectation — Sampaikan bentuk hasil akhir yang diharapkan.
Dengan struktur tersebut, AI memperoleh konteks yang lebih lengkap sehingga mampu menghasilkan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Formula STAIR
Untuk kebutuhan komunikasi maupun pekerjaan kreatif, peserta juga diperkenalkan pada framework STAIR yang terdiri dari:
- Situation — Jelaskan latar belakang atau kondisi yang sedang dihadapi.
- Task — Tentukan tugas yang harus dilakukan AI.
- Aim — Sampaikan tujuan akhir yang ingin dicapai.
- Instruction — Berikan aturan atau batasan dalam proses pengerjaan.
- Reference — Sertakan contoh atau referensi sebagai acuan AI.
Framework ini membantu AI memahami konteks secara lebih utuh sehingga hasil yang diberikan menjadi lebih konsisten.
Menjaga Keamanan Data Dalam Menggunakan AI
Selain membahas produktivitas, Tim AI KLIK Group juga mengingatkan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab, terutama ketika berkaitan dengan data perusahaan.
Langkah ini diperlukan sebagai proses keamanan paling dasar, untuk memastikan data tidak tersebar dan jawaban yang diberikan tidak melenceng.
beberapa hal perlu diperhatikan antara lain:
Menjaga Kerahasiaan Data
Guna menjaga data rahasia perusahaan, kita sebaiknya menerapkan beberapa aturan berikut saat menggunakannya:
- Data Privacy: Hindari memasukkan data sensitif perusahaan secara langsung ke dalam AI, pastikan untuk merahasiakan berbagai data rahasia, seperti strategi perusahaan, data keuangan perusahaan, maupun nama perusahaan & client.
- Anonymization: Ganti detail sensitif menggunakan data generik.
- Company Policy: tetap pastikan penggunaan AI tetap mematuhi standar perusahaan.
- IP Ownership: output yang dihasilkan AI tidak memiliki hak cipta penuh, sehingga kita perlu memodifikasinya untuk menjaga orisinalitas.
Memverifikasi Output
Guna memastikan keakuratan dari hasil AI, kita juga perlu menerapkan beberapa aturan berikut:
- Fact verification: Selalu ingat bahwa AI hanya membantu Anda bekerja, selalu libatkan diri Anda dalam tiap prosesnya, karena manusia tetap merupakan editor dan pemegang kendali utamanya.
- Grounding Instructions: gunakan batasan untuk memastikan AI tidak melenceng dari hasil yang diinginkan, misalnya meminta AI hanya menjawab berdasarkan dokumen yang disediakan.
- Source citation: Meminta AI menyertakan sumber referensi agar informasi lebih mudah kita verifikasi.
- Chain of Verification: Instruksikan AI untuk mengingat dan memeriksa ulang logika jawabannya sebelum memberi hasil akhir.
Dengan langkah-langkah tersebut, AI dapat dimanfaatkan secara lebih aman tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Jadikan AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti
Sebagai penutup, Tim AI KLIK Group mengingatkan bahwa keberhasilan memanfaatkan AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologinya, tetapi juga pada kemampuan kita sebagai manusia yang mampu memberikan arahan yang tepat.
"AI bukan pengganti Anda, melainkan seperti seorang asisten magang yang menunggu instruksi yang jelas."
Melalui Digital Talk ini, KLIK Group berharap seluruh karyawan, baik dari tim teknis maupun non-teknis, mampu memanfaatkan AI secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi partner kerja yang membantu mempercepat proses kerja, meningkatkan kualitas hasil, sekaligus mendukung perjalanan transformasi digital di lingkungan KLIK Group.

ARTIKEL TERKAIT
Cybersecurity: Fondasi Keamanan di Era Transformasi Digital
Jun 10, 2026
KLIK Group Dorong Transformasi Digital Lewat Sharing Session AI Prompting Essentials
Apr 30, 2026
Sentiment Analysis: Langkah Tepat Dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Apr 22, 2026